Cuti PNS : Cuti Bersalin

Bismillah..

Cuti bersalin adalah hak cuti yang diberikan kepada PNS wanita untuk persalinan pertama, kedua, dan ketiga. Yang diperhitungkan sebagai persalinan pertama adalah persalinan pertama sejak yang bersangkutan menjadi PNS. Lama cuti bersalin adalah 3 (tiga) bulan, yakni 1 (satu) bulan sebelum melahirkan dan 2 (dua) bulan setelah melahirkan.

Untuk persalinan anak ke empat dan seterusnya, maka bagi PNS wanita diberikan cuti diluar tanggungan negara (CLTN). Khusus mengenai CLTN bagi PNS wanita untuk persalinan ke empat dan seterusnya, permintaan cuti tidak dapat ditolak, tidak dibebaskan dari jabatannya, lama cutinya sama dengan lamanya cuti bersalin dan tidak memerlukan persetujuan kepala BKN. (Penjelasan lebih lanjut tentang Cuti diluar Tanggungan Negara insya Allah akan dihadirkan pada artikel mendatang).

Untuk mendapatkan cuti bersalin, Pegawai Negeri Sipil wanita mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti di instansi atau unit kerjanya. Pemberian izin cuti diberikan secara secara tertulis oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti.

Agar lebih memudahkan dalam memahami permasalahan cuti bersalin bagi PNS ini, maka berikut saya tampilkan dalam bentuk tanya jawab :

Q : Bagaimana maksud persalinan anak pertama, kedua dan ketiga bagi PNS?

A : Yang dimaksud pada ketentuan diatas adalah persalinan terhitung sejak yang bersangkutan diangkat sebagai CPNS. Misalnya seorang wanita non PNS telah memiliki seorang anak kemudian yang bersangkutan melamar menjadi CPNS maka untuk persalinan anak kedua dianggap sebagai cuti bersalin untuk anak pertama. Hal ini karena yang bersangkutan baru pertama kali mengambil cuti bersalin.

Q : Bagaiamana jika wanita yang ingin melahirkan mengajukan cuti dalam waktu  kurang dari 1 bulan sebelum melahirkan, misalnya 2 minggu sebelum melahirkan, apakah kekurangan cutinya tsb dapat ditambahkan setelah melahirkan (menjadi 2 bulan 2 minggu setelah melahirkan)?

A : Pemberian sebagaimana tersebut di atas biasanya tergantung oleh kebijakan instansi, kadangkala memang sibuknya pekerjaan menuntut PNS wanita yang akan bersalin menunda cutinya sampai menjelang melahirkan untuk menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu. Selama diberi kebijakan oleh instansi, menurut saya pribadi tidak menjadi masalah.

Q : Apakah seorang CPNS dapat cuti melahirkan?

A : Meskipun dalam peraturan disebutkan bahwa cuti bersalin hanya diberikan untuk PNS wanita, namun dalam hal ini ada kebijakan bahwa ketentuan tersebut juga berlaku untuk PNS wanita yang masih berstatus CPNS. Hal ini juga telah disetujui oleh BKN, silakan lihat pertimbangan BKN ketika menjawab permasalahan ini pada surat di link berikut.

Q : Apakah PNS pria bisa izin cuti dengan alasan mendampingi istri yang akan melahirkan?

A : Untuk PNS pria belum ada peraturan sebagaimana tersebut di atas, namun yang bersangkutan dapat mengajukan jenis cuti lainnya untuk kepentingan tersebut, misalnya dengan cuti tahunan. Sebagai tambahan informasi, ada daerah yang memang memiliki regulasi khusus yang membolehkan seorang PNS pria mengajukan cuti pendampingan bersalin untuk istrinya, misalny d kota Depok. Lihat beritanya mengenai hal ini disini.

Demikin sedikit pembahasan mengenai cuti bersalin bagi PNS, semoga bermanfaat…

14 thoughts on “Cuti PNS : Cuti Bersalin

  1. Robiatul Adawiyah berkata:

    Halo, terimakasih atas informasinya. Saya ingin menanyakan apakah setelah atau sebelum cuti bersalin PNS wanita boleh mengambil cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan?
    Terimakasih

    • Sependek pengetahuan yg saya ketahui, tdk ada larangan bagi PNS wanita utk mengambil cuti tahunan dan cuti bersalin di tahun yg sama krn kedua jenis cuti tersebut mmang berbeda.
      Hanya saja, kewenangan pemberian cuti ttap dikembalikan kpd kewenangan instansi saudari utk mengabukan/menolak cuti tersebut.

  2. Drs. Budiono berkata:

    Penyebutan cuti bersalin 3(tiga) bulan bisa menyesatkan. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1976 Pasal 19 ayat 3, jelas tertulis bahwa cuti bersalin adalah 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan sesudah persalinan. Itu tidak sama dengan 3 bulan. Bisa kurang bisa lebih. Dalam contoh surat cuti bersalin, yang tercantum dalam Surat Edaran BAKN Nomor 1 tahun 1977, disebutkan: Diberikan cuti bersalin terhitung mulai tanggal …. sampai dengan 2 (dua) bulan setelah persalinan. Jadi sekali lagi jangan diartikan 3 bulan, dan diserahkan kebijakan instansi.

    • terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.. mohon maaf baru balas krn notifikasi komentarnya baru masuk…
      Ya…. memang seperti itulah yg tertulis di peraturan,namun fakta di lapangan khususnya di daerah banyak yg diberikan kebijakan dlm pemberian cuti bersalin. Kami sebagai orang kepegawaian hanya bisa menjelaskan peraturannya, sementara wewenang pemberian cuti tetap diserahkan kepada pejabat yg berwenang…

  3. sunaarti berkata:

    makasih ya untuk info nya, saya inging menanyakan jika saya sudah memiliki 2 orang anak , dan saya baru mengambil cuti melahirkan untuk pertama kali nya di anak ketiga, apakah untuk nanti jika saya di berikan rezeki kembali untuk persalinan, apakah saya masuk ke cuti melahirkan yang di tanggung atau tidak??

    mohon info nya

    • Cuti bersalin dihitung selama ybs berstatus PNS (persalinan sbelum PNS tdk dihitung) jd jika ibu melahirkan lagi, mk tetap bs diberikan cuti bersalin….

  4. gita ayu ridiyanthi berkata:

    assalamualaikum wr.wb. bagaimana cuti untuk guru….pada saat mengembil cuti bertepatan dengan libur panjang apakah cutinya juga diperpanjang maksudnya saya liburan tidak terhitung cuti atau tetap terhitung cuti, terima kasih

    • Wa’alaykumussalam…
      Utk guru tdk berhak lg cuti tahunan krn sdh ada libur sekolah… Utk cuti bersalin, jk bertepatan dgn libur sekolah , mk cutinya ttap dihitung sebagaimana mestinya…

  5. yanie berkata:

    siang mba,,saya mau tanya apa boleh cuti bersalin ditahun ini setelah sebelumnya sudah mengambil cuti bersalin,,jadi selama 2 tahun berturut2 saya cuti hamil boleh tidak ya???

  6. Muhammad Syahrun berkata:

    Jika PNS mohon cuti anak ke-4, pada saat persalinan anak ke-3 yang bersangkutan tidak mengambil cuti karena bersamaan dengan tugas belajar, apakah bisa mengajukan cuti melahirkan untuk anak ke-4 dengan alasan tersebut

    • Tergantung kebijakan d instansiny.. klau menurut sy sih bisa saja, krn yg dimaksud d atas cuti bersalin dpt di ambil 3 kali. Jd, wlaupun anak ke-4 tp msh cuti bersalin yg ketiga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s