Tahun Pertama Aulia Rahman’s Blog… :)

Bismillah…

Alhamdulillah, tanpa terasa sudah satu tahun blog ini “mengudara”. Sebuah blog yang saya buat agar mampu melatih kemampuan menulis karena lemahnya kemampuan saya di bidang tersebut.

Dunia blogger ternyata sungguh mengasikkan, menurut saya tak kalah dengan facebook, twitter dan semacamnya. Melalui blog banyak ide-ide yang bisa disalurkan menjadi artikel, bukan hanya beberapa kata. Disini juga banyak teman-teman sesama blogger yang saya kenal, meski saya belum bisa seaktif rekan-rekan yang lain saling kunjung-mengunjungi dan berkomentar, namun bagi saya mereka sudah seperti guru-guru yang mengajarkan cara bersosialisasi sesama blogger.

Alhamdulillah, tingkat statistik pengunjung pun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya artikel, meski saya sendiri menyadari bahwa jumlah artikel yang disajikan masih sangat-sangat minim. Semoga saya diberi kemudahan dan waktu luang agar dapat tetap menulis artikel.

Karena sudah satu tahun, maka dalam upaya peningkatan layanan (#cie…) maka data pribadi saya perbarui agar lebih mudah dalam komunikasi. Selain itu, saya memberi kesempatan kepada pengunjung blog ini untuk berkonsultasi seputar permasalahan kepegawaian PNS (data kontak bisa dilihat disini), ini bukan berarti saya ahli dan bisa dalam menjawab, hanya saja insya Allah saya ada sedikit pengalaman dan memiliki teman-teman tempat berkonsultasi permasalahan tersebut. Jika memang dapat dijawab, insya Allah akan kami jawab dan siapa tahu nanti layak untuk dijadikan topik artikel…🙂

Sekian dulu, do’akan semoga saya diberi kesehatan dan kemudahan mengelola blog ini… Aamiin…

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh….

8 thoughts on “Tahun Pertama Aulia Rahman’s Blog… :)

  1. emma susiana berkata:

    salam kenal , Assalamua’alaikum. Saya sangat sering membuka blog anda. Saya suka dgn artikel2 yg anda sajikan. Trutama mslh UU prkwinan/perceraian PNS. Saya bkan PNS , tapi suami sya yg PNS. Sya di gugat cerai suami. Dn skrg kmi sudah mdpt putusn akhr PA. Pda duplik sya mnuntut realisasi UU perceraia PNSn yaitu pmbgian gaji akibt prceraian. Tp suami mnolak pmbgian gaji dn akan mgurus ke bgian keuangan umtk mmutuskn tunjangan istri. Pda putusan majelis hakim PA. Maslah pmbgian gji tdk di prtimbgkn dlm amar putusan . krn bkn wewenang PA. Benarkah dmikian ?

    • Wa’alaykumussalam…
      Salam kenal juga dan terima kasih atas kunjungan serta komentar anda di blog ini..
      Tentang permasalahn perceraian, telah jelas disebutkan dalam Pasal 8 PP 10/1983 jo PP 45/1990 bahwa apabila perceraian terjadi atas kehendak PNS pria, maka ia wajib menyerahkan sebagia gajinya untuk penghidupan isteri dan anak-anaknya. Hanya saja ketentuan tersebut tidak mutlak harus dilaksanakan jika memang ada alasan kuat yang mendasari ketika suami ibu mengajukan perceraian.
      Untuk pembagian gaji, hal ini juga terkait dengan pengawasan dari pejabat pembina kepegawaian (PPK) di instansi tempat kerjanya karena PPK-lah yang berhak memberikan izin untuk melakukan perceraian sehingga seharusnya sebelum memberikan izin perceraian dia dapat meminta kpd PNS pria yg mengajukan perceraian untuk membuat surat pernyataan kesediaan pembagian gaji. Saya rasa ibu bisa berkonsultasi langsung ke bagian kepegawaian tempat suami ibu bekerja agar bisa disampaikan kepada PPKnya tentang permasalah yg ibu hadapi dan agar tunjangan isteri tidak dengan mudah dapat dicabut. Juga apabila mantan suami mangkir dari kewajibannya dalam hal pembagian gaji setelah perceraian, maka PPK dapat memberikan hukuman disipli tingkat berat kpd PNS yg bersangkutan.
      Untuk wewenang di PA, terus terang saya memiliki pengetahuan yang sangat terbatas tentang masalah tersebut karena selama ini kami biasanya hanya menangani sampai penerbitan izin melakukan perceraiannya saja, adapaun masalah di BP4 atau PA diserahkan kepada PNS yg melalukan perceraian tersebut karena sudah beda wilayah kerja. Tapi seingat pengalaman saya, pada surat akta cerai memang tidak disebutkan tentang masalah pembagian gaji tersebut.
      Saya harap ibu dapat bersabar atas masalah yg ibu hadapi dan diberi kemudahan dalam mendapatkan apa yg memang menjadi hak-hak ibu…

      • emma susiana berkata:

        thanks atas jawabanya yg bg sy cukup memuaskan. Bnyak informasi dan pengetahuan yg saya dapat trutm mgenai UU prkwinan/prcraian PNS, tntg KHI, hak2 istri dlm islam, cara membuat surat jwban dn duplik dlm sidang prceraian. Alhamdulilah smua itu sgt mmbatu sy ktk mgadpi prmslahn sprt skrg. Sy pun tdk kaget ataupn heran ktk proses prceraian km memkan wkt hmpir 4 bulan. Krn apa yg dijallnnkn mjelis hakim sesuai prosedur, praturn dn UU. Dn smua itu sy prolh berbekal penjelajahan di Goggle smpai akhirnya sy mnmukan blog ini, yg sdkt bnykny sgt mbnt sy. untglah sy gak gaptek2 amat loh mas…. Oh iya just info, bsok lusa sidang ikrar talak skligus penyerahan hak2 sy ( nafkah idha, mut’ah n nafkah ktinggalan) untuk ke 3 tntutn sy trsbt mjelis hakim mgabulkn stelh memeriks bukti2, saksi2. dn dlm pemeriksaan terbukti bhw sy tdk trmsuk istri yg nuyzus mk mjls hkim mgkukum suami untk mmberikan hak2 sya. Wlapun sbnrny suami menolak. tp kan…kptusn hakim tdk bs di ganggu gugat. Sdangkan mgenai pmbgian gji, hakim tdk dpt mempertimbgkn krna bukan mrupkn kewewenangan badan peradilan agama, sesuai YURISPRUDENSI MARI No. 106 K/AG/1997 tgl 22 sep 1997 yg mgandung abstraksi hukum bhwa praturan2 pemerintah tsbt merupakn aturn administrasi kepegawaian. Wah jdi laen nih critanya…?” gak pp kan ? Siapa tau ada yg bc buat nambahin pengetahuan jg kan ? Proses perceraian kami mmkn wkt 1 1/2 tahun, dari tahap proses di UPTD sampai persidangan. Jadi kesimpulanya perceraian PNS itu gak gampang. Apalagi kalau atas keinginan sepihak serta tdak ada alasan dan bukti yg kuat/tepat. Tpi jika tetap pada pendirian anda berarti anda sudah siap dgan segala rerikonya. Pilih mana ? Cerai or no ?

  2. anis berkata:

    assalamalaikum…
    gimana ceritanya ya.. saya jg bingung, soalnya yg pny mslh tetangga sblh saya.

    jd gini. ceritanya td sore beliaunya ibu Siti (50 th) seorang PNS, Guru SD di jogja. curhat sm saya, katanya semalem ga bs tidur. beliau janda dgn 4 putri yg smuanya sudah berkeluarga. bu Siti sudah 16 th ditinggalkan suaminya (bkn mninggal), tanpa nafkah lahir batin. bahkan ibu sekeluarga tk prnh tau dimana keberadaan sang suami. nah, krn brharap suatu saat sang suami akan kembali lg, makanya slm 16 th ini ibu gak mngurus perceraian scr resmi. otomatis tunjangan suami jg msh ttp diterima slm kurun wktu 16 th tsb.
    mngkin krn lelah menunggu atau mrasa pnantiannya sia-sia, bu siti memutuskn mengurus perceraian nya scr resmi ke pngadilan agama.

    yg bikin ibu galau, seorg temannya blg, kl ibu mngurus srt cerai resmi, brt ibu nantinya hrs mngembalikan tunjangan yg tlh diterimanya slm ini, yakni 16 th.
    nah lo… ibu shock brt. la wong slm ini susah payah banting tulang mmbesarkn anak, skrg mau ngrus cerai malah hrs mngembalikn tunjgn suami 16 th.

    nah, benarkah bu siti hrs mngmblikn tunjngn suami , 16 th. wlp slm 16 th itu blm ada akta cerai, krn mmng beliau blm mngurus prceraian.

    mhon jwb dan dasar hukum nya ya,,,

    trmks. wslm
    anis-jogja

    • Wa’alaykumussalam..
      terima kasih atas kunjungan dan komentarnya mbak…
      Setau saya tunjangan itu dihentikan sejak surat cerainya keluar, kalau seandainya nanti usul cerainya disetujui maka terhitung diputuskan cerai oleh pengadilan agamalah tunjangan suami dihentikan.
      sebenarnya yang perlu dicari dasar hukumnya justru atas dasar apa beliau diminta mengembalikan tunjangan suami sementara tidak ada akta cerainya, karena untuk tunjangan keluarga sudah jelas diatur dalam PP No 7 tahun 1977…🙂

  3. DHIMAS TETUKO berkata:

    Askum
    Penggugat Isteri yang PNS, Sidang sudah ditunda 2 kali 3 bulan, karena tidak adanya Surat Ijin dari atasan. Pengacara Penggugat bilang ada Tanda Terima Permohonan, tapi belum turun juga.
    Dari Hakim ada 2 alternatif :
    1. Proses dibatalkan sementara sampai dengan adanya Surat Ijin dari atasan, dan mengajukan gugatan kembali.
    2. Proses dilanjutkan dengan membuat Surat Pernyataan bersedia menanggung semua akibat atas tidak adanya Surat Ijin dimaksud.

    Pertanyaan :
    Bagaimana dengan pernyataan Hakim yg demikian ?
    Apakah Hakim bisa dikatakan melanggar PP yang terkait ?
    Atau adakah PP yg mengatur Kinerja HAKIM terkait dg Perceraian PNS ?
    Terima Kasih
    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s