Sepenggal cerita kala hujan….

Bismillah…

image from howstuffworks.com

Hari ini saya melihat kembali bapak tua itu. Bapak tua yang sebenarnya sudah sering lewat depan rumah kontrakan kami, hanya saja kali ini dia berjalan dengan menerobos gerimis. Dagangannya korannya yang ditutupi dengan plastik hitam didekap dengan erat agar tidak kebasahan. Yah.. melihat dari usianya kayaknya sudah tidak seharusnya beliau bekerja seperti itu lagi.

Disini, Jakarta dan serupa dengan kota-kota besar lainnnya di Indonesia, hal tersebut mungkin bukanlah sesuatu yang asing bagi kita. Banyak para pedagang yang berkeliling ke dalam pemukiman berharap dagangan mereka cepat laku, meskipun harus lebih cape karena berjalan kaki. Namun bagi saya, satu hal yang patut di apresiasi dari mereka adalah semangat kerja mereka dan harga diri yang tinggi. Disaat sebagian yang lain malah berputus asa mencoba bekerja dan lebih memilih menjadi pengemis, preman ataupun copet, mereka bertahan dengan pekerjaannya.

Hanya saja, kadang dari kita yang kurang memberi apresiasi untuk mereka. Kita enggan membeli dagangannya karena merasa harga yang ditawarkan lebih mahal dari pasaran. Hal ini tidaklah dipungkiri memang, sebagai pengganti ongkos jalan kaki wajar jika harga yang ditawarkan ada perbedaan, namun setidaknya dengan membeli dagangannya kita menjaga motivasinya untuk tetap bekerja secara halal. Toh sebagaimana kita ketahui, beberapa restoran cepat saji juga menetapkan perbedaan harga untuk layanan delivery produk mereka.

Dengan membeli dagangan mereka, tanpa kita sadari kita juga membantu kelurganya. Kita tidak tahu, bisa saja anak-anaknya sedang kelaparan menantikan kepulangan bapaknya, berharap ada uang untuk dibelikan makanan dan lauk ala kadarnya. Jika untuk membeli pulsa untuk paket internet atau BB bisa, gonta ganti gadget (meskipun rugi) bisa, mengapa hal sepele seperti itu berat kita lakukan….

Kembali ke cerita bapak tadi, saya biasanya membeli majalah tentang dunia handphone dari beliau, cuma sayang tadi beliau sedang tidak menjual majalah dimaksud, entah karena habis atau lainnya. Sehingga, tadi hanya membeli koran dari beliau dengan harga yang sama dengan harga eceran resmi (entah darimana keuntungan beliau). Saya berdo’a semoga beliau (dan orang-orang seperti beliau) diberikan rezeki yang lebih baik dan berkah oleh Allah Subhanahu Wata’ala supaya bisa menikmati hari tuanya tanpa berjalan di bawah terik matahari atau menerobos gerimis hujan lagi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s