Beberapa hal yang berkaitan dengan Perkawinan PNS

Bismillah…

Alhamdulillah… Kali ini bisa mengisi lagi artikel di blog. Berbicara tentang blog, setelah saya lihat ternyata artikel tentang PNS menepati urutan teratas dalam statistik selama ini. Jadi insya Allah kali ini saya akan menulis lagi sebuah tulisan tentang PNS, kali ini dengan tema yang agak menarik🙂, yakni Perkawinan PNS.

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena tujuan dari perkawinan adalah untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal, maka perceraian sedapat mungkin dihindarkan dan hanya dapat dilakukan dalam hal-hal yang sangat terpaksa. Di negara kita, asas yang diterapkan dalam Perkawinan adalah asas monogami, meski demikian Pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Bagi seorang PNS yang akan melangsungkan perkawinan, pada dasarnya dapat dilangsungkan dengan mudah dan tanpa pemeriksaaan khusus yang harus dijalani oleh kedua mempelai. Meski demikian, terdapat peraturan khusus yang mengatur tentang Perkawinan dan Perceraian PNS yakni PP 10 Tahun 1983 jo. PP 45 Tahun 1990. Dalam Pasal 2 dinyatakan bahwa seorang PNS yang melangsungkan perkawinan pertama wajib segera melaporkan perkawinannya kepada pejabat sesuai hierarkinya. Laporan Perkawinan disampaikan secara tertulis selambat-lambatnya 1 (satu) tahun terhitung mulai tanggal pernikahan. Ketentuan di atas juga berlaku untuk Janda/Duda PNS yang melangsungkan pernikahan kembali atau PNS yang melakukan pernikahan dengan isteri kedua, ketiga dan keempat.

Pelaporan perkawinan ini penting karena berhubungan dengan beberapa hal, antara lain :

1. Sebagai bahan untuk mendapatkan tunjangan keluarga. Berdasarkan Pasal 16 Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1977, antara lain disebutkan bahwa kepada PNS yang beristri/bersuami diberikan tunjangan isteri/suami sebesar 5% (lima persen) dari gaji pokok, dengan ketentuan apabila keduanya berstatus sebagai PNS, maka tunjangan hanya diberikan kepada PNS yang memiliki gaji pokok lebih tinggi. Adapun untuk anak atau anak angkat yang berumur kurang dari 18 tahun, belum kawin dan belum memiliki penghasilan sendiri, maka diberikan tunjangan gaji sebesar 2% (dua persen) untuk tiap-tiap anak, dengan hanya diberikan untuk sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang anak.

2. Sebagai dasar untuk memberikan pelayanan kepada pasangan PNS tersebut, misalnya dalam hal pembuatan Kartu Suami/Isteri dan Kartu Asuransi Kesehatan (Askes). Kartu Suami/isteri PNS berguna sebagai pengenal dan sebagai salah satu persyaratan ketika ingin mendapatkan uang pensiun janda/duda bila PNS pasangannya meninggal dunia. Sedangkan Kartu Askes dapat digunakan untuk mendapatkan jaminan kesehatan antara lain :

  • Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang meliputi rawat jalan tingkat pertama dan rawat inap tingkat pertama
  • pelayanan kesehatan tingkat lanjutan melipti rawat jalan tingkat lanjutan, rawat inap tingkat lanjutan dan rawat inap ruang khusus (ICU / ICCU)
  • Pelayanan Rawat Darurat
  • Persalinan
  • Pelayanan Transfusi Darah
  • Pelayanan obat sesuai daftar dan plafon harga obat (DPHO) PT. Askes

3. Untuk pelayanan kepegawaian PNS yang bersangkutan. Hal ini juga agar PNS tersebut tidak bisa semena-mena memperlakukan pasangannya. Misalnya dalam hal apabila terjadi poligami atau perceraian maka apabila PNS tersebut tidak mengikuti ketentuan perundang-undangan berlaku, yang bersangkutan dapat dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat  bagi Pegawai Negeri Sipil*.

Adapun beberapa larangan yang terkait dengan Perkawinan PNS antara lain :

  1. Pegawai Negeri Sipil yang ingin melakukan perceraian ataupun Pegawai Negeri Sipil pria yang ingin beristri lebih dari seorang wajib memperoleh izin dari pejabat.
  2. Pegawai Negeri Sipil dilarang hidup bersama dengan wanita yang bukan isterinya atau pria yang bukan suaminya sebagai suami isteri tanpa ikatan perkawinan yang sah
  3. Pelanggaran terhadap kedua ketentuan diatas maupun bagi yang tidak melaporkan perkawinan/percerainnya dijatuhi hukuman disiplin berat.
  4. Pegawai Negeri Sipil wanita tidak diizinkan menjadi istri kedua/ketiga/keempat dan apabila melakukannya dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS

Demikian sedikit tulisan dari saya tentang Perkawinan PNS. Semoga ada manfaatnya. Adapun artikel tentang Perceraian dan Poligami bagi Pegawai Negeri Sipil, insya Allah akan saya susun di waktu mendatang.

 *) Oleh karena itu, hendaknya bagi suami/isteri dari seorang PNS agar setelah perkawinan mintalah namanya dimasukkan dalam data kepegawaian PNS pasangannya.

63 thoughts on “Beberapa hal yang berkaitan dengan Perkawinan PNS

  1. han berkata:

    mas kalo misal ada PNS poligami secara sah, apa istri kedua juga berhak atas tunjangan gaji suami, mengingat istri kedua juga diakui secara hukum?

    • Mf baru blas Mas…
      Sbelumnya terima kasih atas komentarnya d blog saya…
      Iya, istri kedua, ketiga, dst ttap dpt tunjangan tp jumlahny mrupakan pembagian dari tunjangan asalny. Jd 10% dibagi jumlah istriny…

  2. Asslm. mau tanya nih, sy salah satu direksi BUMD (PDAM) (bukan pegawai tetap) dan mempunyai istri seorang PNS. apakah tunjangan untuk istri sy itu harus di hapus dari pendapatan gaji saya. klu iya dasar nya apa ya? trims..

    • Wa’alaykumussalam…
      Sebelumnya sy mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan komentar anda d blog saya…
      Terus terang untuk permsalahan BUMD seperti kasus yang anda alami, sy kurang mengetahuinya krn hal tersebut berbeda dgn PNS yg secara resmi d atur oleh per-UU. Di dalam PP 7 tahun 1977 tentang peraturan gaji PNS hanya dijelaskan bahwa jika suami isteri kedua-duanya berkedudukn sbg PEGAWAI NEGERI maka tunjangan hanya diberikan kepada yg mempunyai gaji pokok lebih tinggi… Hal ini tentu berbeda BUMD yg mungkin memiliki ketentuan sendiri dalam pemberian tunjangannya…

  3. ARIFIN HARAHAP berkata:

    SEORANG TENTARA MEMPUNYAI ISTRI YANG LAGI HAMIL TUA. NAAS TENTARA ITU MENINGGAL DUNIA DALAM SATU KECELAKAAN. JIKA ANAKNYA NANTI LAHIR, APAKAH DAPAT DIMASUKKAN KEDAFTAR TUNJANGAN PENSIUN ANAK

    • Maaf baru balas Mas…
      Untuk tentara, terus terang saya kurang mengetahui karena bukan bidang yang saya tekuni. Hanya saja, jika hal tersebut menimpa kepada PNS maka insya Allah anaknya tetap bisa dimasukkan ke dalam daftar gaji. Mengingat beberapa kesamaan peraturan antara PNS dan TNI Polri maka insya Allah anak ybs tetap dapat dimasukkan dalam daftar gaji.

  4. rika berkata:

    Maaf,numpang tanya ya…kalo PNS menjadi istri ke dua dari WNA bagaimana ya? apakah sanksinya juga tetap berlaku? trimakasih sebelumnya

    • terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.. mohon maaf karena baru bisa membalas komentar anda..
      Jika istri anda tersebut memang secara sah adalah istri kedua, maka ketika dia menjadi PNS ybs tetap bisa diancam dengan sanksi meskipun pernikahan terjadi sebelum diangkat menjadi PNS.
      Namun perlu bapak ketahui, selama tidak ada gugatan atau laporan ke instansi maka insya Allah pernikahan anda akan aman2 saja🙂

  5. resky berkata:

    Mau tanya, kalau saya adalah seorang pns di daerah kalimantan, sedangkan calon suami saya pns daerah maluku, setelah kami menikah apakah kami harus hidup terpisah sampai waktu yang ditentukan, atau saya sbagai istri dapat meminta surat pindah mengikuti suami meski belum cukup setahun jadi pns? Terima kasih.

    • Hal tersebut tergantung dari kebijakan instansi ibu, karena yang berwenang dalam pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian PNS adalah Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yakni Kepala Daerah

  6. jons berkata:

    Apabila suami istri keduanya PNS, apakah harus memiliki karsu dan karis sekaligus atau hanya salah satu saja?

  7. Liz berkata:

    Untuk PNS perempuan yang bekum menikah apabila hamil apakah akan dikenakan sanksi? Dan bagaimana mengenai hak cuti bersalinnya, apakah masih tetap berhak didapat? Tks.

    • terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.. mohon maaf baru bisa dibalas..
      Keadaan yang demikian dapat dijatuhi hukuman disiplin sesuai dengan pasal 14 PP 45/1990 yang berbunyi :
      “Pegawai Negeri Sipil dilarang hidup bersama dengan wanita yang bukan isterinya atau dengan pria yang bukan suaminya sebagai suami tanpa ikatan perkawinan yang sah”
      Meski demikian, penjatuhan hukuman disiplin tetap harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu dan dilakukan oleh pejabat pembina kepegawaian (misalnya Bupati) atau pejabat lain yang diberi kelimpahan wewenang . Untuk cuti bersalin yang bersangkutan tidak dapat diberikan karena status perkawinannya yg tidak terdaftar, namun yang bersangkutan masih bisa menggunakan hak-hak cuti lain sebagai pengganti, misalnya cuti tahunan, cuti sakit atau cuti besar.

  8. arga berkata:

    Kalau pernikahan dua duanya pns 1 kementrian atau instansi itu boleh gak?kbtlan saya bea cukai dan calon pajak

  9. letter berkata:

    Mhn info, apakah pensiunan yg kawin lgi stelah istri prtama mninggal apa bisa dinaikkn mnjadi enerima hak pensiun. Trims

    • terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.. mohon maaf baru balas krn notifikasi komentarnya baru masuk…
      ya, istri yang dinikahi dlm keadaan demikian insya Allah dapat didaftarkan sebagai calon penerima pensiun janda…

  10. irene berkata:

    Assalamualaikum. Mohon informasinya. Jika PNS wanita menikah dengan WNA, apakah ada sanksi nya? apakah suami bisa dimasukkan ke daftar tunjangan keluarga pada gaji, walaupun belum terdaftar dalam kartu keluarga? Terima kasih.

    • Wa’alaykumussalam…
      Sepengetahuan sy tdk ada larangan bagi PNS utk mnikah dgn WNA terkecuali mungkin jabatan PNS tsb berhubungan dgn rahasia negara…
      Selama ada bukti nikah dan membuat laporan perkawinan (KP4), insya Allah suaminya bisa didaftarkan dlm tunjangan gaji…

  11. JENNY berkata:

    SELAMAT SORE…..

    SEORANG PNS WANITA MEMILIKI ANAK DILUAR NIKAH, DAN PRIA TERSEBUT TIDAK BERTANGGUNG JAWAB, NAMUN HAL INI TERJADI SEBELUM WANITA TERSEBUT DIANGKAT SEBAGAI PNS. APAKAH ANAK DARI WANITA PNS TERSEBUT BISA MENDAPATKAN HAKNYA DARI IBUNYA YANG SEBAGAI PNS?
    TRIMAKASIH SEBELUMNYA DAN SUKSES SELALU BUAT IBU…..

    • Setau sy, anak yg demikian hanya bisa didaftarkan sebagai penerima tunjangan anak dlm daftar gaji sewaktu PNS tsb aktif, sementara utk hak pensiun anak kelak, ybs tdk bisa mendapatkan..

  12. Danesh berkata:

    Ass. Saya mau tanya. Dalam suatu pernikahan (suami seorang pns) yg telah dikaruniai anak hampir betusia 2 tahun. Kemudian istri melakukan gugatan cerai karena tidak mendapatkan nafkah, dan ternyata semenjak anak lahir hingga saat ini, suami dengan sengaja tidak mendaftarkan tunjangan anak. Apakah suami tersebut dapat dikenakan sanksi?

  13. Adinda Laras berkata:

    Izin bertanya pak.. Ayah mertua saya pensiunan PNS, ibu mertua saya sakit cukup parah sehingga tdk bisa lagi melayani lahir batin ayah mertua saya. Ayah mertua saya berniat utk menikah lagi dgn wanita lain. Apakah uang pensiunan bulanan yg rutin diterima ayah mertua saya akan tetap diterima meskipun ybs poligami? atau uang itu akan hilang atau hak penerimanya jadi diberikan pada anaknya yg belum menikah?
    Terimakasih.

    • Sy kurang mengtahui peraturan mengenai PNS setelah pensiun, namun sependek pengetahuan sy, yg bersangkutan (jk menikah lg) ttp menerima hak pensiun bulanan. Adapun jika suatu saat beliau meninggal dunia, mk hak waris pensiun ttp pada istri pertama yg terdaftar…

  14. Doni berkata:

    Mohon Informasi..
    Apakah boleh PNS sebagai ke dua orang tua adopsi anak bayi (usia 1 hari –> ) mengajukan/mengambil cuti (melahirkan / alasan penting)…?

  15. novi berkata:

    assalamu’alaikum. pak mau tanya. apa dalam pendaftaran sebagai pns salah satu syaratnya harus belum menikah? atau sebelum jadi pns sudah menikah itu bisa tidak pak?

    • Wa’alaykumussalam..
      Secara umum, dlm peraturan pemerintah tdk dipersyaratkn bhw pelamar CPNS hrus blm menikah. Hanya sj, beberapa instansi memang diperbolehkan utk memberikan persyaratan khusus bg pelamar CPNS di instansinya, salah satu misalnya persyaratan blm menikah…

  16. indira putiandini berkata:

    Assalamu’alaikum..saya ingin bertanya..saya sudah menikah..dan suami saya ingin sekali menjadi PNS..apakah jika sudah menikah bisa mendaftarkan diri menjadi seorang PNS ??
    terimakasih🙂

  17. erni berkata:

    assalamu alaikum, saya mau tanya , jika suami peg.BUMN dan istri PNS, bisakah keduanya dan anak sling meunjang dalam daftar gaji?

  18. SN berkata:

    Pasutri adalah PNS, Pasutri ini baru menikah secara syah, siwanita janda dan prianya jg duda yg sama2 ditinggal mati oleh pasangannya. Pada saat pengisian e_PUPNS si isteri mengisi data suami dengan nama mantan suaminya yang meninggal dengan semua identitasnya sampai pengumpulan bukti fisiknya menggunakan data cerai matinya. Sedangkan suaminya mengisi data atas nama isterinya yg baru. Bagaimana dari segi hukum apakah istri tsb termasuk pemalsuan data. Mohon jawabannya.

    • Jk isteri tsb scra sngaja mmberikan keterangan tsb utk menutupi identitas yg sbenarnya, mk hal tsb termakan pemalsuan data. Namun jk tdk sngaja ( data tdk lengkap) mk akan menyulitkan ybs sendiri nntinya..

  19. PDS berkata:

    Jika seorang PNS (wanita) menikah dengan WNA, apakah PNS tersebut bisa mendapat tunjangan suami sebesar 10%. Kalau tidak bisa mendapat mohon saya informasi aturannya. Terima kasih.

  20. mohon informasinya terkait alur untuk memintakan hak istri (gaji/nafkah) jika suami pns hanya memberikan nafkah 12% dr gaji dan mengancam tdk memberikan nafkah sama sekali

    Terima Kasih

    • Kewajiban tsb seharusnya sdh disepakati sewaktu ybs ingin mengajukan permohonan perceraian. ..
      Jk ybs berusaha mangkir dr kewajibannya, maka laporkan sj k unit pengelola kepegawaiannya agar bs diberi sanksi..

      • Dear mas ualia…

        Case yg saya tanyakan tsb masih sah belum bercerai dan sdh trjadi bertahun2.
        Pns tsb merupakan guru apakah pengaduan nya dilakukan di dinas pendidikan
        Dan nantinya untuk gaji istri apakah bs di ambil sendiri tanpa melalui suami..sabtu brp % hak yg di dpt jika belum cerai

      • Sy kurang mngetahui peraturan pembagian gaji jk blm bercerai, yg sy ketahui isteri mendapat tunjangan dlm gji suami sebesar 10%.. adapun jk suami menolak menafkahi isteri, mngkin dikonsultasikan dgn pengelola kepegawaian d instansi ybs…

  21. Salam kenal..
    yang saya ingin tanyakan untuk pengurusan Kartu Suami dan Kartu Istri. Apabila suami-istri sama PNS apakah perlu mengurus di masing-masing instansi Suami-Istri tersebut? Terimakasih

  22. olik berkata:

    Ass.mau tanya ne,jika seorang pns bersuami tentara apakah keduanya masih bisa trima pensiunanya apa hanya salah satu saja…

  23. alrasyid berkata:

    saya PNS menikah sudah 3 tahun dengan janda PNS cerai hidup anak 2….dan selama ini anak 2 ini ikut dengan saya…walau masuk dalam daftar Kartu Keluarga dengan Saya sebagai kepala keluarga tapi 2 anak ini masih menjadi tanggungan ayah kandungnya yang PNS sehingga setau saya tunjangan anak ke 2 itu masih masuk dalam tunjangan anak di gaji ayah kandungnya tersebut…bagaimana menurut ibu? dan lagi dalam pengajuan untuk tunjangan anak harus melampirkan fotocopy kartu keluarga…apakah ayah kandung dari ke 2 anak tadi memalsukan kartu keluarga dengan 2 anak dimasukkan dalam daftar kartu keluarganya? ato wlo anak2 tidak dalam asuhannya masih bisa mendapatkan tunjangan anak? mohon balasannya…terima kasih

    • yg bersangkutan kemungkinan memasukkan kedua anakny dlm tanggungan sewaktu keduany blm bercerai. Ayahny ttp ada kewajiban menanggung biaya hidup anak2ny krn 1/3 dr gajiny memang seharusnya menjadi hak dr anak2nya stelah perceraian…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s