Karena semua tentang rasa…

Bismillah…

Feel

Membaca status dari seorang kawan di facebook yang berbunyi :

‎**Dan Karena Smua pun tentang rasa**

Saya jadi tertarik untuk menuangkannya diblog ini. Tentu yang ingin saya tuliskan bukan maksud dari status tersebut (karena tentu si empunya tentu lebih mengetahui🙂, melainkan makna dari kata-kata tersebut.

Rasa memang mempengaruhi pemikiran seseorang, banyak hal yang kita lakukan dengan mengandalkan perasaan. Perasaan yang biasanya kita sebut dengan hati. Dengan perasaan inilah muncul rasa kasih sayang, suka, cinta, benci, dll.

Seorang ibu rela berkorban untuk kebahagiaan buah hatinya, seorang isteri dengan tulus ikhlas melayani suaminya, semuanya adalah contoh dari refleksi perasaan dalam wujud cinta dan kasih sayang.  Seorang yang berkelahi dengan orang lain sampai berdarah-darah hanya karena hal-hal sepele terjadi karena perasaannya tidak nyaman dengan orang yang dimusuhinya.

Perasaan jualah yang membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk lainnya.   Meski mungkin sebagian binatang ada yang dianugerahi secara fitrah dengan perasaan namun sungguh berbeda perasaan yang dimiliki manusia. Perasaan yang dimiliki manusia lebih tinggi nilainya apalagi bila digabungkan dengan logika secara tepat akan bisa menghasilkan manusia yang berkualitas dengan kepekaan yang tinggi terhadap apa yang terjadi disekitarnya.

Namun, manusia karena dianugerahi dengan akal pulalah yang bisa kadang suka mempermainkan perasaan. Betapa banyak orang terluka perasaannya karena dipermainkan oleh rekan manusia yang lain. Hal yang paling sering terjadi adalah dalam hubungan percintaan. Banyak pasangan muda-mudi yang menjalin hubungan yang seolah dibangun atas dasar komitmen namun sebenarnya hanyalah suatu cerminan rasa tanpa logika.

Seringkali, ada laki-laki yang memberi harapan kepada seorang wanita dengan janji-janji yang manis dengan pernikahan, namun dalam perjalanan waktu ternyata sebenarnya dia belum siap ataupun bahkan tergoda dengan wanita lain. Dilain pihak, si wanita yang berharap hanyalah menunggu sesuatu tanpa kepastian dan hancur perasaannya ketika tahu keadaan yang sebenarnya. Hal inilah yang harus kita hindari, khususnya bagi para lelaki, janganlah engkau menjanjikan sesuatu yang belum siap engkau berikan. Berikan saja yang engkau mampu tanpa memberi harapan berlebih karena pada hakikatnya Allah Subhanahu wata’ala-lah pengatur jodoh yang sebenarnya… Bila memang telah siap, maka semoga Allah Subhanahu wata’ala yang memudahkan karena seorang lelaki sejati tidak akan menyakiti seorang wanita meski mungkin hanya dalam perasaan…

*) tulisan ini saya buat sebagai nasihat bagi diri saya sendiri, khusus bagi pemilik status fb diatas (jika suatu saat membaca tulisan ini) terima kasih atas inspirasinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s